Apa Itu Harmonisa
Dalam industri pencahayaan, istilah “harmonisa” mengacu pada komponen dari sinyal periodik yang terdistorsi atau non-sinusoidal yang memiliki frekuensi berupa kelipatan bulat positif dari frekuensi dasar sinyal tersebut. Harmonisa dapat terjadi pada arus atau tegangan dan biasanya disebabkan oleh beban non-linear dalam sistem kelistrikan.
Dapatkan Inspirasi dari Portofolio Sensor Gerak Rayzeek.
Tidak menemukan yang Anda cari? Jangan khawatir. Selalu ada cara alternatif untuk menyelesaikan masalah Anda. Mungkin salah satu portofolio kami dapat membantu.
Harmonisa dapat memicu berbagai masalah dalam industri pencahayaan. Salah satu masalah umum adalah lampu berkedip (flickering), yang dapat terjadi saat ada fluktuasi cepat pada arus atau tegangan beban, khususnya pada mesin-mesin industri. Contoh mesin yang dapat menyebabkan lampu berkedip meliputi motor listrik besar saat penyalaan awal (startup), mesin dengan cyclo-converter seperti penggerak mesin giling (rolling mill drives) dan derek tambang (mine winders), serta mesin yang menggunakan pengubah frekuensi statis seperti motor AC dan tanur busur listrik (electric arc furnaces).
Masalah lain yang disebabkan oleh harmonisa adalah pemanasan berlebih (overheating) pada transformator dan terputusnya pemutus arus (breaker). Hal ini terjadi ketika beban non-linear menarik arus dalam bentuk pulsa mendadak, bukan secara sinusoidal yang halus. Arus harmonisa yang dihasilkan oleh beban non-linear ini dapat mengalir kembali ke bagian lain dari sistem tenaga listrik, yang mengakibatkan pemanasan berlebih pada transformator dan terputusnya pemutus arus.
Untuk mengukur keberadaan harmonisa, Total Harmonic Distortion (THD) sering digunakan. THD adalah jumlah dari seluruh efek harmonisa dan biasanya diukur hingga kelipatan ke-50 dari frekuensi dasar (60 Hz di AS) atau pada 3 kHz. Direkomendasikan agar efek harmonisa tegangan berada di bawah 8 persen relatif terhadap frekuensi dasar, dan nilai di atas 8 persen harus diselidiki lebih lanjut.
Mencari Solusi Hemat Energi Berbasis Gerakan?
Hubungi kami untuk sensor gerak PIR lengkap, produk hemat energi yang diaktifkan oleh gerakan, sakelar sensor gerak, serta solusi komersial Okupansi/Vakansi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Penyebab Harmonisa Listrik
Harmonisa terjadi ketika terdapat beban non-linear yang mengubah tegangan saluran AC menjadi DC. Harmonisa ini masuk ke dalam sistem kelistrikan karena adanya perangkat sakelar elektronik non-linear seperti variable frequency drive (VFD), catu daya komputer, dan pencahayaan hemat energi.
Apakah Pencahayaan LED Menyebabkan Harmonisa
Pemasangan pencahayaan LED berpotensi menimbulkan distorsi harmonisa yang berasal dari beban tersebut. Distorsi ini dapat menyebabkan beban berlebih pada peralatan dan jaringan distribusi listrik, yang berakibat pada meningkatnya biaya pemeliharaan serta waktu henti operasional (downtime). Penting untuk dicatat bahwa terkadang dampak dari beban harmonisa ini tidak terlihat sampai terjadi kerusakan total pada peralatan.
Bagaimana Harmonisa Mempengaruhi Kualitas Daya
Arus harmonisa berdampak negatif pada kualitas daya dengan menyebabkan peningkatan arus r.m.s. dalam sistem kelistrikan. Hal ini selanjutnya mengakibatkan penurunan kualitas tegangan pasokan. Selain itu, harmonisa memberikan beban tambahan pada jaringan listrik dan berpotensi merusak peralatan. Harmonisa juga dapat mengganggu operasi normal perangkat dan menyebabkan biaya operasional menjadi lebih tinggi.
Cara Memeriksa Harmonisa dalam Sistem Tenaga Listrik
Ukur total harmonic distortion (THD) menggunakan tang ampere (clamp meter) yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi harmonisa. Pastikan THD untuk tegangan tidak melebihi 5%, sedangkan THD untuk arus bisa jauh lebih tinggi. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai besaran dan dampak dari setiap harmonisa, gunakan alat analisis kualitas daya (power quality analyzer).
Apakah Harmonisa Mempengaruhi Tegangan
Tegangan harmonisa, yang dihasilkan saat arus harmonisa mengalir melawan impedansi harmonisa, dapat menyebabkan lonjakan tegangan (overvoltage) yang signifikan. Lonjakan tegangan ini terbukti dapat menyebabkan malafungsi peralatan, dengan kapasitor menjadi komponen yang paling rentan terhadap dampak tersebut.








